JAKARTA, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BGN, Rabu (22/7/2026).
Hal itu terungkap dari unggahan akun media sosial Nanik S Deyang hari ini.
Berikut petikan unggahan Nanik di Media Sosial:
Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat.
Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju.
Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN.
Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akut.
Berikut perjalanan Nanik S Deyang hingga menduduki jabatan Kepala BGN.
Berikut contoh berita profil yang ditulis dengan gaya jurnalistik.
Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S. Deyang merupakan sosok yang memiliki perjalanan karier panjang di dunia jurnalistik, politik, hingga pemerintahan. Berbekal pengalaman lintas sektor tersebut, ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai Kepala BGN pada tahun 2026, menggantikan Dadan Hindayana.
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik mengawali karier profesionalnya sebagai wartawati di Tabloid Bangkit. Dunia jurnalistik menjadi fondasi yang membentuk kemampuan komunikasi, analisis isu publik, serta kepemimpinannya. Seiring waktu, ia berkembang menjadi pengelola media dan memimpin sejumlah perusahaan media nasional.
Karier Nanik kemudian merambah dunia politik dan pemerintahan. Pengalamannya dalam komunikasi publik membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan strategis nasional. Ia juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting sebelum akhirnya bergabung dalam pemerintahan sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada September 2025. Dalam posisi tersebut, ia berperan mengawal komunikasi publik serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setelah menjabat sebagai wakil kepala, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Juni 2026. Penunjukan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG dan upaya memperkuat tata kelola lembaga.
Sebagai Kepala BGN, Nanik dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi nasional, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, tepat sasaran, dan memenuhi standar keamanan pangan.
Dengan pengalaman sebagai jurnalis, pengelola media, politikus, dan pejabat pemerintah, Nanik S. Deyang diharapkan mampu membawa Badan Gizi Nasional semakin efektif dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia melalui berbagai program strategis pemerintah.





